<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Physic's Weblog</title>
	<atom:link href="http://subhi3.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://subhi3.wordpress.com</link>
	<description>I love Physic</description>
	<lastBuildDate>Thu, 01 Jan 2009 09:16:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='subhi3.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Physic's Weblog</title>
		<link>http://subhi3.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://subhi3.wordpress.com/osd.xml" title="Physic&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://subhi3.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Rahasia Angka</title>
		<link>http://subhi3.wordpress.com/2008/12/18/rahasia-angka/</link>
		<comments>http://subhi3.wordpress.com/2008/12/18/rahasia-angka/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Dec 2008 10:39:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>subhi3</dc:creator>
				<category><![CDATA[serunya angka..??]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://subhi3.wordpress.com/?p=77</guid>
		<description><![CDATA[Mengapa, misalnya, angka 13 menimbulkan penyakit triskaidekaphobia (takut pada angka 13) pada kebanyakan orang; mengapa kita sering menyebut &#8217;1001 masalah&#8217; untuk banyak persoalan; mengapa kita mengatakan &#8216;kekayaan untuk 7 keturunan&#8217; bagi menggambarkan harta yang melimpah; apa erti angka maskulin dan feminin; apa keistimewaan angka 5; mengapa pemain bola sepak berjumlah 11 orang; misteri apa di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=subhi3.wordpress.com&amp;blog=5158125&amp;post=77&amp;subd=subhi3&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-76" title="13" src="http://subhi3.files.wordpress.com/2008/12/13.jpg?w=262&#038;h=156" alt="13" width="262" height="156" />Mengapa, misalnya, angka 13 menimbulkan penyakit triskaidekaphobia (takut pada angka 13) pada kebanyakan orang; mengapa kita sering menyebut &#8217;1001 masalah&#8217; untuk banyak persoalan; mengapa kita mengatakan &#8216;kekayaan untuk 7 keturunan&#8217; bagi menggambarkan harta yang melimpah; apa erti angka maskulin dan feminin; apa keistimewaan angka 5; mengapa pemain bola sepak berjumlah 11 orang; misteri apa di sebalik &#8216;keajaiban&#8217; angka 1 yang membawa pemahaman manusia pada Tuhan, dan sebagainya.<br />
<span id="more-77"></span><br />
Prof. Annemarie Schimmel, pakar dalam bidang kajian agama dan peradaban dunia, cuba menguak misteri rahsia angka-angka itu dalam bukunya <em>The Mystery of Numbers</em>. Dengan bahan-bahan kajian kuno, setompok ayat suci, telahan yang luas dan mendalam, Schimmel telah membongkar berbagai rahsia sejarah angka-angka dalam berbagai peradaban kuno dan tradisi agama Islam, Yahudi, dan Kristian. Di samping itu, Schimmel turut memasukkan tradisi-tradisi India, Cina dan serba sedikit tradisi Maya. Schimmel juga menjelaskan secara terperinci simbolisme angka-angka orang-orang Amerika pra-Columbus, yang mengembangkan sistem-sistem astronomi, atau mengkaji angka-angka dalam peradaban Indian Amerika atau suku-suku Afrika.</p>
<p>Memang bidang numerologi dan daya magis angka-angka telah menarik perhatian manusia selama ribuan tahun. Matahari dan bulan, sebagai tanda-tanda dalam &#8216;buku&#8217; agung alam semesta yang berfungsi mengukur kehidupan manusia ini, selalu menjadikan manusia merasa bahawa angka-angka adalah sesuatu yang bersifat khusus. Angka-angka itu bukan hanya mengelilingi dan menentukan ruang dan waktu dalam rumusan-rumusan abstrak, melainkan juga sebahagian daripada sebuah sistem hubungan-hubungan misterius dengan bintang-bintang dan berbagai fenomena alam lainnya. Generasi-generasi terdahulu selalu memandang fenomena-fenomena ini sebagai berkaitan dengan, atau mempersembahkan roh-roh, dewa-dewa, syaitan-syaitan. Mengetahui angka dan kekuatannya memungkinkan kita mampu menggunakan kekuatan itu untuk mendapatkan bantuan dari roh-roh, menggunakan ilmu sihir, atau membuat doa-doa menjadi lebih berkesan dengan mengulang-ulang mantera-mantera dalam jumlah tertentu. Pengetahuan tentang angka-angka juga tercermin dalam cerita-cerita rakyat dan kesusasteraan tinggi, bahkan dalam muzik yang dianggap memanifestasikan harmoni kehidupan.</p>
<p>Begitu &#8216;tercipta&#8217; angka-angka membuktikan &#8216;diri mereka&#8217; sebagai organisme yang hidup. Dengan daya dan segala keajaiban &#8216;mereka&#8217; sendiri, &#8216;mereka&#8217; menyebar ke berbagai sudut peradaban manusia tanpa mengenal batas geografi, suku, ras, atau budaya kecuali &#8216;diri mereka&#8217; sendiri. Epistemologi itu yang kemudian menyakinkan banyak pengkaji numerologi, juga ahli fizik, bahawa angka-angka secara hakikat tidak lain adalah kemestian hukum Tuhan, sunnahtullah, sebagaimana alam semesta raya yang tidak terbatas ini.</p>
<p>Dari sudut itulah, kajian Schimmel ini menarik dan menyakinkan sejak zaman kuno, peradaban manusia terus-menerus diperkaya sepanjang sejarah secara &#8216;tulus&#8217;. Tidak ada dakwaan bahawa sebuah penemuan adalah hak milik seperti sekarang. Oleh kerana itu, dalam wilayah karya cipta, orang-orang sekarang &#8216;terhutang budi&#8217; kepada Phythagoras (lahir pada abad ke-6 Sebelum Masehi) yang menghasilkan karya tak ternilai dan tak terbatas waktu.</p>
<p>Dalam buku ini, Schimmel antara lain mengungkap berbagai warisan penemuan Phythagoras dan dilanjutkan kaum Phythagorean. &#8220;Puncak pemikiran Phythagoras adalah idea tentang &#8216;keteraturan&#8217;: keteraturan muzikal, keteraturan matematik, keteraturan kosmos, dan terakhir, keteraturan etika dan sosial,&#8221; tulis Schimmel. Keteraturan menciptakan harmoni. Dan harmoni, jika diterjemahkan melalui angka-angka, tercipta justeru bilangan yang selalu terbatas kemampuannya hanya pada &#8216;genap&#8217; dan &#8216;ganjil&#8217;. Genap dan ganjil itulah sunnahtullah hukum mutlak Tuhan.</p>
<p>Di sinilah, makna falsafah sebenarnya atas misteri angka-angka yang terbatas tetapi sekali gus mengandungi &#8216;ketakterhinggaan&#8217;, di luar jangkauan akal-akal fikiran manusia. Di bawah bab <em>the number of the primordial being</em> dalam buku ini, Schimmel menguak misteri angka 1 melalui mata batin keagamaan. Angka satu disebutnya sebagai simbol ideal daripada Tuhan kerana Tuhan adalah roh yang dengan sendirinya tidak mempunyai sifat-sifat material. Juga tidak punya lawan. Satu &#8216;Mutlak&#8217; dan &#8216;Satu&#8217; yang khas wujud-Nya.</p>
<p>Di samping huraian-huraian serius tentang misteri di sebalik angka-angka, sistem-sistemnya yang kompleks dan rumit, buku ini menjelaskan permainan angka-angka yang menakjubkan. Jumlahnya tidak terhingga, dan banyak di antaranya yang sangat lucu dan indah. Misalnya, kita boleh membuat pohon angka dengan mendarabkan dan menambahkan angka-angka tertentu: 1x 9 + 2 =11; 12 x 9 + 3 =111; 123 x 9 + 4 =1111; 1234 x 9 + 5 = 11111&#8230;dan seterusnya, sampai mencapai 123456789 x 9 + 10 = 1111111111. Ada pula permainan kotak magis yang diperoleh Maharaja Yu yang hidup di zaman Cina kuno (2198 Sebelum Masehi). Menurut cerita Kung Fu Tze, maharaja ini pernah membina empangan di Sungai Kuning untuk mencegah banjir. Ketika maharaja sedang duduk termenung di tepi sungai itu, muncul kura-kura dewa bernama Hi, yang di punggungnya terdapat sebuah gambar. Jika ditranskripkan dengan angka-angka moden, gambar itu menjelma menjadi kotak magis.</p>
<p>Titik pusatnya adalah angka 5, yang sangat dihormati masyarakat Cina kuno. Biarpun dibolak-balik seperti apa; &#8211; garis horinzontal, vertikal, dan diagonalnya, selalu berjumlah 15. Dengan berbagai variasi kotak dan angka-angka, kita mampu menyusun permainan berbagai kotak magis yang inspirasinya diperoleh daripada banyak tradisi bangsa-bangsa kuno.</p>
<p>Daripada permainan-permainan angka seperti itulah, jangan hairan jika kemudian tercipta banyak sekali peranti canggih seperti komputer atau sistem digital yang kita kenal sekarang ini. Lebih menarik lagi, buku yang tergolong unik ini juga menyajikan banyak ilustrasi, gambar kuno, dan simbol-simbol yang bukan sahaja mengagumkan, tetapi juga mencabar untuk dikaji lebih mendalam.</p>
<br />Posted in serunya angka..??  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/subhi3.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/subhi3.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/subhi3.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/subhi3.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/subhi3.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/subhi3.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/subhi3.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/subhi3.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/subhi3.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/subhi3.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/subhi3.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/subhi3.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/subhi3.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/subhi3.wordpress.com/77/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=subhi3.wordpress.com&amp;blog=5158125&amp;post=77&amp;subd=subhi3&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://subhi3.wordpress.com/2008/12/18/rahasia-angka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a28151f515d8b96680f53a3906d89276?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">subhi3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://subhi3.files.wordpress.com/2008/12/13.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">13</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>what is zero&#8230;..???</title>
		<link>http://subhi3.wordpress.com/2008/12/18/what-is-zero/</link>
		<comments>http://subhi3.wordpress.com/2008/12/18/what-is-zero/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Dec 2008 10:15:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>subhi3</dc:creator>
				<category><![CDATA[story about physic]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://subhi3.wordpress.com/?p=73</guid>
		<description><![CDATA[Ratusan tahun yang lalu, manusia hanya mengenal 9 lambang bilangan yakni 1, 2, 2, 3, 5, 6, 7, 8, dan 9. Kemudian, datang angka 0, sehingga jumlah lambang bilangan menjadi 10 buah. Tidak diketahui siapa pencipta bilangan 0, bukti sejarah hanya memperlihatkan bahwa bilangan 0 ditemukan pertama kali dalam zaman Mesir kuno. Waktu itu bilangan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=subhi3.wordpress.com&amp;blog=5158125&amp;post=73&amp;subd=subhi3&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span lang="SV">Ratusan tahun yang lalu, manusia hanya mengenal 9 lambang bilangan yakni 1, 2, 2, 3, 5, 6, 7, 8, dan 9. Kemudian, datang angka 0, sehingga jumlah lambang bilangan menjadi 10 buah. Tidak diketahui siapa pencipta bilangan 0, bukti sejarah hanya memperlihatkan bahwa bilangan 0 ditemukan pertama kali dalam zaman Mesir kuno. Waktu itu bilangan nol hanya sebagai lambang. Dalam zaman modern, angka nol digunakan tidak saja sebagai lambang, tetapi juga sebagai bilangan yang turut serta dalam operasi matematika. Kini, penggunaan bilangan nol telah menyusup jauh ke dalam sendi kehidupan manusia. Sistem berhitung tidak mungkin lagi mengabaikan kehadiran bilangan nol, sekalipun bilangan nol itu membuat kekacauan logika. <span id="more-73"></span>Mari kita lihat.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="SV"> <strong>Nol, penyebab komputer macet</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="SV">Pelajaran tentang bilangan nol, dari sejak zaman dahulu sampai sekarang selalu menimbulkan kebingungan bagi para pelajar dan mahasiswa, bahkan masyarakat pengguna. Mengapa? Bukankah bilangan nol itu mewakili sesuatu yang tidak ada dan yang tidak ada itu ada, yakni nol. Siapa yang tidak bingung? Tiap kali bilangan nol muncul dalam pelajaran Matematika selalu ada ide yang aneh. Seperti ide jika sesuatu yang ada dikalikan dengan 0 maka menjadi tidak ada. Mungkinkah 5*0 menjadi tidak ada? (* adalah perkalian). Ide ini membuat orang frustrasi. Apakah nol ahli sulap?</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="SV">Lebih parah lagi-tentu menambah bingung-mengapa 5+0=5 dan 5*0=5 juga? Memang demikian aturannya, karena nol dalam perkalian merupakan bilangan identitas yang sama dengan 1. Jadi 5*0=5*1. Tetapi, benar juga bahwa 5*0=0. Waw. Bagaimana dengan 5<sup>o</sup>=1, tetapi 50<sup>o</sup>=1 juga? Ya, sudahlah. Aturan lain tentang nol yang juga misterius adalah bahwa suatu bilangan jika dibagi nol tidak didefinisikan. Maksudnya, bilangan berapa pun yang tidak bisa dibagi dengan nol. Komputer yang canggih bagaimana pun akan mati mendadak jika tiba-tiba bertemu dengan pembagi angka nol. Komputer memang diperintahkan berhenti berpikir jika bertemu sang divisor nol.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="SV"> <strong>Bilangan nol: tunawisma</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="SV">Bilangan disusun berdasarkan hierarki menurut satu garis lurus. Pada titik awal adalah bilangan nol, kemudian bilangan 1, 2, dan seterusnya. Bilangan yang lebih besar di sebelah kanan dan bilangan yang lebih kecil di sebelah kiri. Semakin jauh ke kanan akan semakin besar bilangan itu. Berdasarkan derajat hierarki (dan birokrasi bilangan), seseorang jika berjalan dari titik 0 terus-menerus menuju angka yang lebih besar ke kanan akan sampai pada bilangan yang tidak terhingga. Tetapi, mungkin juga orang itu sampai pada titik 0 kembali. Bukankah dunia ini bulat? Mungkinkah? Bukankah Columbus mengatakan bahwa kalau ia berlayar terus-menerus ia akan sampai kembali ke Eropa?</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="SV">Lain lagi. Jika seseorang berangkat dari nol, ia tidak mungkin sampai ke bilangan 4 tanpa melewati terlebih dahulu bilangan 1, 2, dan 3. Tetapi, yang lebih aneh adalah pertanyaan mungkinkan seseorang bisa berangkat dari titik nol? Jelas tidak bisa, karena bukankah titik nol sesuatu titik yang tidak ada? Aneh dan sulit dipercaya? Mari kita lihat lebih jauh.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="SV">Jika di antara dua bilangan atau antara dua buah titik terdapat sebuah ruas. Setiap bilangan mempunyai sebuah ruas. Jika ruas ini dipotong-potong kemudian titik lingkaran hitam dipindahkan ke tengah-tengah ruas, ternyata bilangan 0 tidak mempunyai ruas. Jadi, bilangan nol berada di awang-awang. Bilangan nol tidak mempunyai tempat tinggal alias tunawisma. Itulah sebabnya, mengapa bilangan nol harus menempel pada bilangan lain, misalnya, pada angka 1 membentuk bilangan 10, 100, 109, 10.403 dan sebagainya. Jadi, seseorang tidak pernah bisa berangkat dari angka nol menuju angka 4. Kita harus berangkat dari angka 1.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="SV"> <strong>Mudah, tetapi salah</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="SV">Guru meminta Ani menggambarkan sebuah garis geometrik dari persamaan 3x+7y = 25. Ani berpikir bahwa untuk mendapatkan garis itu diperlukan dua buah titik dari ujung ke ujung. Tetapi, setelah berhitung-hitung, ternyata cuma ada satu titik yang dilewati garis itu, yakni titik A(6, 1), untuk x=6 dan y=1. Sehingga Ani tidak bisa membuat garis itu. Sang guru mengingatkan supaya menggunakan bilangan nol. Ya, itulah jalan keluarnya. Pertama, berikan y=0 diperoleh x=(25-0)/3=8 (dibulatkan), merupakan titik pertama, B(8,0). Selanjutnya berikan x=0 diperoleh y=(25-3.0)/7=4 (dibulatkan), merupakan titik kedua C(0,4). Garis BC, adalah garis yang dicari. Namun, betapa kecewanya sang guru, karena garis itu tidak melalui titik A. Jadi, garis BC itu salah.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="SV">Ani membela diri bahwa kesalahan itu sangat kecil dan bisa diabaikan. Guru menyatakan bahwa bukan kecil besarnya kesalahan, tetapi manakah yang benar? Bukankah garis BC itu dapat dibuat melalui titik A? Kata guru, gunakan bilangan nol dengan cara yang benar. Bagaimana kita harus membantu Ani membuat garis yang benar itu? Mudah, kata konsultan Matematika. Mula-mula nilai 25 dalam 3x+7y harus diganti dengan hasil perkalian 3 dan 7 sehingga diperoleh 3x+7y=21. </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="SV">Selanjutnya, dalam persamaan yang baru, berikan y=0 diperoleh x=21/3=7 (tanpa pembulatan) itulah titik pertama P(6,1). Kemudian berikan nilai x=0 diperoleh y=21/7 = 3 (tanpa pembulatan), itulah titik kedua Q(0, 3). Garis PQ adalah garis yang sejajar dengan garis yang dicari, yakni 3x+7y=25. Melalui titik A tarik garis sejajar dengan PQ diperoleh garis P1Q1. Nah, begitulah. Sang murid telah menemukan garis yang benar berkat bantuan bilangan nol.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="SV">Akan tetapi, sang guru masih sangat kecewa karena sebenarnya tidak ada satu garis pun yang benar. Bukankah dalam persamaan 3&#215;1+7&#215;2=25 hanya ada satu titik penyelesaian yakni titik A, yang berarti persamaan 3&#215;1+7&#215;2 itu hanya berbentuk sebuah titik? Bahkan pada persamaan 3&#215;1+7&#215;2=21 tidak ada sebuah titik pun yang berada dalam garis PQ. Oleh karena itu, garis PQ dalam sistem bilangan bulat, sebenarnya tidak ada. Aneh, bilangan nol telah menipu kita. Begitulah kenyataannya, sebuah persamaan tidak selalu berbentuk sebuah garis.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="SV"> <strong>Bergerak, tetapi diam</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="SV">Bilangan tidak hanya terdiri atas bilangan bulat, tetapi juga ada bilangan desimal antara lain dari 0,1; 0,01; 0,001; dan seterusnya sekuat-kuat kita bisa menyebutnya sampai sedemikian kecilnya. Karena sangat kecil tidak bisa lagi disebut atau tidak terhingga dan pada akhirnya dianggap nol saja. Tetapi, ide ini ternyata sempat membingungkan karena jika bilangan tidak terhingga kecilnya dianggap nol maka berarti nol adalah bilangan terkecil? Padahal, nol mewakili sesuatu yang tidak ada? Waw. Begitulah.</span></p>
<p><span lang="SV">Berdasarkan konsep bilangan desimal dan kontinu, maka garis bilangan yang kita pakai ternyata tidak sesederhana itu karena antara dua bilangan selalu ada bilangan ke tiga. Jika seseorang melompat dari bilangan 1 ke bilangan 2, tetapi dengan syarat harus melompati terlebih dahulu ke bilangan desimal yang terdekat, bisakah? Berapakah bilangan desimal terdekat sebelum sampai ke bilangan 2? Bisa saja angka 1/2. Tetapi, anda tidak boleh melompati ke angka 1/2 karena masih ada bilangan yang lebih kecil, yakni 1/4. Seterusnya selalu ada bilangan yang lebih dekat&#8230; yakni 0,1 lalu ada 0,01, 0,001, &#8230;, 0,000001. demikian seterusnya, sehingga pada akhirnya bilangan yang paling dekat dengan angka 1 adalah bilangan yang demikian kecilnya sehingga dianggap saja nol. Karena bilangan terdekat adalah nol alias tidak ada, maka Anda tidak pernah bisa melompat ke bilangan 2?</span></p>
<br />Posted in story about physic  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/subhi3.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/subhi3.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/subhi3.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/subhi3.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/subhi3.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/subhi3.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/subhi3.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/subhi3.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/subhi3.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/subhi3.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/subhi3.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/subhi3.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/subhi3.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/subhi3.wordpress.com/73/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=subhi3.wordpress.com&amp;blog=5158125&amp;post=73&amp;subd=subhi3&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://subhi3.wordpress.com/2008/12/18/what-is-zero/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a28151f515d8b96680f53a3906d89276?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">subhi3</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Electrocardiogram (ECG)</title>
		<link>http://subhi3.wordpress.com/2008/12/18/electrocardiogram-ecg/</link>
		<comments>http://subhi3.wordpress.com/2008/12/18/electrocardiogram-ecg/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Dec 2008 09:58:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>subhi3</dc:creator>
				<category><![CDATA[story about physic]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://subhi3.wordpress.com/?p=70</guid>
		<description><![CDATA[Aspek Fisiologi dari Jenis Pengukuran ECG Jantung mamalia cenderung sensitif terhadap pasokan oksigen dan kondisi temperatur lingkungan. Selain itu, jantung mamalia juga dapat berkontraksi dengan sendirinya tanpa ada rangsangan dari luar [1]. Instrumen Electrocardiogram (ECG) mampu merekam aktivitas potensial elektrik yang dihasilkan oleh jantung. Dari awal penemuannya hingga sekarang, masih ada beberapa prinsip utama yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=subhi3.wordpress.com&amp;blog=5158125&amp;post=70&amp;subd=subhi3&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2 style="font-family:Arial;"><span style="font-size:x-small;">Aspek Fisiologi dari Jenis Pengukuran ECG</span></h2>
<p>Jantung mamalia cenderung sensitif terhadap pasokan oksigen dan kondisi temperatur lingkungan. Selain itu, jantung mamalia juga dapat berkontraksi dengan sendirinya tanpa ada rangsangan dari luar [1]. Instrumen Electrocardiogram (ECG) mampu merekam aktivitas potensial elektrik yang dihasilkan oleh jantung. Dari awal penemuannya hingga sekarang, masih ada beberapa prinsip utama yang tetap digunakan oleh instrumen ini. Beberapa diantaranya adalah identitas nama sinyal gelombang, standar penempatan tempat rekaman pada lengan dan kaki, serta teori pemodelan yang menyatakan jantung sebagai kutub yang berubah-ubah terhadap waktu.</p>
<p>Untuk merekam sinyal gelombang ECG, dibutuhkan diferensial rekaman dari titik-titik pengukuran pada permukaan tubuh. Einthoven [2] mendefinisikan beberapa diferensial tersebut sebagai Lead dengan simbol penomoran Romawi. Dengan bantuan kepingan logam sebagai elektroda yang ditempelkan pada permukaan kulit di titik-titik Einthoven, maka terdapat impedansi permukaan kulit yang bersarnya tergantung pada pilihan frekuensi.</p>
<p>Keterangan:<br />
RA = tangan kanan (<em>right arm</em>), LA = tangan kiri (<em>left arm</em>), dan LL = kaki kiri (<em>left leg</em>). Lead I bertugas merekam keadaan jantung dari bahu bagian atas dan saling mempengaruhi dengan Lead yang lain dengan hubungan II = I + III.</p>
<p><span style="font-size:xx-small;"><img style="width:242px;height:245px;" src="http://davidge2.umaryland.edu/%7Eemig/gif/leadtri1.gif" alt="Segitiga Einthoven" /><img src="http://www.forumsains.com/tpmod/tp-images/Image/Einthhoven%20Equation.jpg" alt="" width="145" height="113" /><br />
</span><span style="font-size:12pt;" lang="SV"><span style="font-size:x-small;"><br />
Gambar 1. </span></span><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:12pt;font-family:Times;" lang="SV"><span style="font-size:x-small;">Tiga Lead bipolar yang dikenal dengan segitiga Einthoven</span></span><br />
<span id="more-70"></span><br />
</span> <span style="font-size:x-small;"><span style="font-size:12pt;" lang="SV"><span style="font-size:x-small;">Evolusi ECG berlanjut ketika F.N. Wilson [3] menambahkan konsep perekaman ”multikutub”. Pada konsep ini ada titik referensi yang merata-ratakan beda potensial ketiga cabang lainnya. Wilson menyusun tiga Lead cabang terminal dan enam Lead cabang yang ditempatkan pada dada depan untuk membentuk 12 Lead standar ECG. </span></span></span><br />
<img src="http://www.forumsains.com/tpmod/tp-images/Image/Wilson%20Equation.jpg" alt="" /><img src="http://www.forumsains.com/tpmod/tp-images/Image/wilson.jpg" alt="" width="268" height="213" /><br />
<span style="font-size:12pt;"><br />
<span style="font-size:x-small;">Gambar 2. Tiga Lead cabang Wilson (V<sub>W</sub>) dan enam Lead cabang dada depan (V<sub>i</sub>)<br />
(J.D. Bronzino. The Biomedical Engineering Handbook. 2<sup>nd</sup> Ed. CRC &amp; IEEE Press. 2000)</span></span></p>
<div style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;"><br />
</span></p>
<h2 style="font-family:Arial;"><span style="font-size:x-small;">Prinsip Pengukuran dan Instrumentasi yang digunakan</span></h2>
<p><span style="font-size:12pt;"><span style="font-size:x-small;"><strong> </strong><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;font-weight:normal;">Sinyal pengukuran ECG memiliki rentang potensial sekitar 2 mV dan frekuensi 0.05 – 150 Hz. Huruf P, Q, R, S, T, dan U yang dipilih Einthoven sebagai identitas nama gelombang dipakai oleh standar Asosiasi Jantung Amerika (American Heart Association) dan Asosiasi Instrumen Medis tingkat lanjut (Association for the Advancement of Medical Instrumentation). Instrumen modern ECG merupakan sebuah sistem pengukuran yang mengintegrasikan peralatan komputer, 12-16 bit analog-digital (A/D) <em><span style="font-family:Arial;">converter</span></em>, <em><span style="font-family:Arial;">micro controller</span></em>, dan <em><span style="font-family:Arial;">processor </span></em>input-output (I/O). Sistem ECG menghitung matriks-matriks dari 12 sinyal Lead dan menganalisisnya dengan aturan yang </span><span>baku </span><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;"><span>sehingga tercipta hasil akhir pengukuran.</span></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;"><span>Jenis gelombang ECG:</span></p>
<p><span style="font-size:12pt;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;"><span> </span><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">Gelombang P disebabkan oleh arus listrik yang dibangkitkan sewaktu atrium mengalami depolarisasi sebelum kontraksi dan menunjukan depolarisasi pada otot-otot atrial. Gelombang QRS merupakan hasil gabungan repolarisasi otot-otot atrial dan depolarisasi ventrikular yang terjadi pada waktu yang hampir bersamaan. Selang waktu dari P – Q menunjukan waktu tunda didalam <em><span style="font-family:Arial;">fiber-fiber </span></em>didekat node AV. Gelombang T disebabkan oleh arus listrik yang dibangkitkan sewaktu ventrikel kembali dari keadaan depolarisasi.</span></p>
<p><span class="MsoFootnoteReference" style="font-weight:normal;"><span><span style="font-family:Arial;" lang="DE-CH"><span>[1]</span></span></span></span></p>
<h2><span style="font-size:12pt;"><span style="font-size:x-small;"><span class="MsoFootnoteReference" style="font-weight:normal;"><span><!--[endif]--></span></span></span></span></h2>
</div>
<div style="text-align:justify;">
<div style="text-align:center;"><img src="http://www.forumsains.com/tpmod/tp-images/Image/PQRSTU.jpg" alt="Lead II" width="318" height="272" /></div>
<div style="text-align:center;"><span style="font-size:12pt;"><br />
<span style="font-size:x-small;">Gambar 3. Hasil pengukuran Lead II</span></span><br />
<span style="font-size:12pt;"><span style="font-size:x-small;">(Smeltzer SC, Bare BG. Brunner &amp; Suddarth’s Textbook of Medical Surgical Nursing. 9th Ed. Lippincott Williams &amp; Wilkins. 2000)</span></span></div>
</div>
<p><!--[if !supportFootnotes]--><br />
<span style="font-size:12pt;"><br />
</span></p>
<h2 style="font-family:Arial;"><span style="font-size:x-small;">Prinsip Pengolahan Sinyal yang Diperlukan Pada Aplikasi Bidang Medis</span></h2>
<p><span style="font-size:12pt;"><span style="font-size:x-small;"><strong> </strong><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;" lang="EN-US">Untuk mendapatkan sinyal informasi, objek pasien harus tersambung dengan ujung-ujung <em><span style="font-family:Arial;">amplifier</span></em>. Antarmuka pasien-<em><span style="font-family:Arial;">amplifier </span></em>dibentuk oleh hubungan bioelektroda yang mengkonversi arus listrik ionik pada tubuh menjadi arus elektron pada kawat logam. Larutan kimia yang mengandung ion-ion berkonsentrasi tinggi (Ag<sup>+</sup>/Ag<sup>+</sup>Cl<sup>-</sup>) atau lapisan tipis perak/timah diperlukan agar transduksi elektroda-elektroda tadi terjadi. Sementara sinyal gangguan yang berasal dari instrumen-instrumen lain seperti respirator dan monitor tekanan darah tidak dapat dihindari hanya saja besarnya diusahakan tetap kurang dari 10<sup>-5</sup> <!--[endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]-->A per alat.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;" lang="EN-US"><span><span style="font-size:x-small;">Sistem ECG modern mampu merekam sinyal Lead menggunakan sebuah <em><span style="font-family:Arial;">amplifier</span></em> untuk setiap elektroda tanpa menunggu sinyal simultan dari Lead lainnya. Setiap sinyal potensial akan dikonversi menjadi informasi digital dan diolah secara matematis oleh suatu perangkat lunak. Dengan mengukur nilai Lead V<sub>1</sub> sampai V<sub>6 </sub>dan dua buah Lead bipolar (contoh: Lead I dan III), sistem ini akan menghitung nilai Lead lainnya sehingga informasi 12 Lead ECG dapat diperoleh secara lengkap. Gabungan antara peralatan audio dan obat-obatan juga dapat diterapkan pada pengukuran ECG sehingga denyut jantung yang periodanya rendah tetap terdeteksi secara kontinu.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;"><br />
</span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<h2 style="font-family:Arial;"><span style="font-size:x-small;">Contoh Aplikasi dalam Bidang Medik</span></h2>
<p><span style="font-size:x-small;"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-size:x-small;"><span><strong><span style="font-size:x-small;"> </span></strong></span></span></span></span></p>
<p><span style="font-size:x-small;"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-size:x-small;"><span><span><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;" lang="SV">Ambulatory ECG: Instrumen Ambulatory atau Holter ECG adalah hasil evolusi dari perkembangan klinis dan teknis yang ditujukan untuk memenuhi kepentingan mobilitas dan pengukuran. </span><span>Teknologi ini mampu mengerjakan pengukuran secara kontinu dan merekamnya selama 24 jam untuk tujuan analisis terhadap pasien yang denyut jantungnya tidak normal. Dari kemampuan rekaman yang dimilikinya, penggunaan Ambulatory ECG berlanjut untuk kepentingan observasi PVC (Premature Ventricular Complexes) dan pengobatannya. Saat ini terdapat banyak sekali unit Ambulatory ECG sebagai alat diagnosis yang dilengkapi <em><span style="font-family:Arial;">micro processor</span></em>, RAM, dan <em><span style="font-family:Arial;">disk drive </span></em>dengan kapasitas sampai 400 Mbytes.</span></span></span></span></span></span></p>
<p><span style="font-size:x-small;"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-size:x-small;"><span><span><span> </span><br />
</span></span></span> </span></span> </span></p>
<div style="text-align:center;"><span style="font-size:12pt;" lang="DE"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-size:x-small;"><img src="http://a248.e.akamai.net/7/248/430/20061026230802/www.merck.com/pubs/mmanual_ha/figures/fg47_1.gif" alt="Ambulatory ECG" /></span></span></span></span><span style="font-size:x-small;"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-size:x-small;"><br />
</span></span></span></div>
<p><span style="font-size:12pt;" lang="DE"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-size:x-small;">Gambar 4. Ambulatory Holter Monitor</span></span></span></span></span></p>
<p><span style="font-size:x-small;"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-size:x-small;"><span style="font-family:Arial;">Pengawasan pasien: Berbeda dengan Ambulatory ECG, alat ini merupakan sebuah sistem kompleks dengan mobilitas statis. Teknik pengawasan pasien menggunakan ECG merupakan gabungan kepentingan pengukuran dan CCU (Coronary Care Unit). Pasien-pasien rumah sakit yang baru saja menjalani pembedahan atau menderita penyakit akut akan diobservasi dalam posisi tidur dan diawasi oleh staf medik yang terlatih. Saat ini telah lahir unit yang lebih modern dengan kemampuan ditribusi untuk mengukur 16 pasien secara bersamaan, mengirimkan seluruh informasi secara kontinu ke komputer </span><em>server </em><span style="font-family:Arial;">melalui </span><em>ethernet</em><span style="font-family:Arial;">, atau menyimpannya di RAM sebagai sumber data.</span></span></span></span></p>
<p>High Resolution (HR) ECG: HRECG telah menjadi standar bagi kebanyakan sistem ECG digital ataupun peralatan-peralatan medik yang memakai jasa <em>micro processor</em>. Kemampuannya dalam merekam sinyal dengan level rendah (~10<sup>-6</sup> <span><!--[endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--></span><span>V) menyebabkan instrumen ini cukup populer dibandingkan ECG biasa. Sinyal tersebut biasanya timbul sesaat setelah gelombang kompleks QRS namun tidak dapat dideteksi keberadaannya oleh instrumen ECG biasa. Sampai saat ini, para ilmuwan percaya bahwa sinyal yang dibangkitkan di daerah sekitar ventrikel itu cukup bertanggung jawab terhadap kelajuan denyut jantung yang terlampau berlebih (<em>ventricular tachycardia</em>) [4].</span><span style="font-size:x-small;"><span style="font-size:12pt;" lang="SV"><br /></span></span></p>
<p style="font-family:Arial;"><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;" lang="SV">Seperti ECG lainnya, sinyal informasi HRECG diperoleh dari ketiga Lead bipolar yang dikonfigurasi ulang ke dalam sistem koordinat xyz. Informasi itu selanjutnya didigitasi pada rentang 1000 sampai 2000 Hz per saluran, disejajarkan terhadap alur waktu, dan gabungkan menjadi bentuk sinyal rata-rata. Dengan memakai beberapa asumsi <a name="_ftnref1" href="http://www.forumsains.com/artikel/fenomena-bioelektrik-electrocardiogram-ecg/#_ftn1"></a><a href="http://www.forumsains.com/tpadmin/FCKeditor/editor/fckeditor.html?InstanceName=tp_article_body94&amp;Toolbar=Default#_ftn1_ftn1"><span><!--[if !supportFootnotes]--><span class="MsoFootnoteReference"><span>[2]</span><!--[endif]--></span></span></a>, secara teori, sinyal rata-rata akan memperbaiki rasio sinyal-gangguan sebanding dengan nilai akar rata-rata dari jumlah denyut. Pada HRECG, sinyal informasi akan diperkuat lima kali lipat sementara informasi dari gelombang QRS (termasuk sinyal-sinyal potensial level rendah) dan akar dari nilai rata-rata tegangan terminal dapat digunakan untuk mengidentifikasi resiko <em>ventricular tachycardia</em> pada pasien.</span></p>
<br />Posted in story about physic  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/subhi3.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/subhi3.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/subhi3.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/subhi3.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/subhi3.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/subhi3.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/subhi3.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/subhi3.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/subhi3.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/subhi3.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/subhi3.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/subhi3.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/subhi3.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/subhi3.wordpress.com/70/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=subhi3.wordpress.com&amp;blog=5158125&amp;post=70&amp;subd=subhi3&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://subhi3.wordpress.com/2008/12/18/electrocardiogram-ecg/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a28151f515d8b96680f53a3906d89276?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">subhi3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://davidge2.umaryland.edu/%7Eemig/gif/leadtri1.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Segitiga Einthoven</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.forumsains.com/tpmod/tp-images/Image/Einthhoven%20Equation.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.forumsains.com/tpmod/tp-images/Image/Wilson%20Equation.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.forumsains.com/tpmod/tp-images/Image/wilson.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.forumsains.com/tpmod/tp-images/Image/PQRSTU.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Lead II</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://a248.e.akamai.net/7/248/430/20061026230802/www.merck.com/pubs/mmanual_ha/figures/fg47_1.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Ambulatory ECG</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Skenario Kiamat dalam Fisika: Kiamat di Bumi</title>
		<link>http://subhi3.wordpress.com/2008/11/29/skenario-kiamat-dalam-fisika-kiamat-di-bumi/</link>
		<comments>http://subhi3.wordpress.com/2008/11/29/skenario-kiamat-dalam-fisika-kiamat-di-bumi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Nov 2008 09:03:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>subhi3</dc:creator>
				<category><![CDATA[story about physic]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://subhi3.wordpress.com/?p=58</guid>
		<description><![CDATA[Kiamat, adalah sebuah keniscayaan, baik dalah ranah agama maupun sains. Dalam Islam setiap muslim wajib beriman kepada kiamat. Al Quran dan hadits memberikan panduan kepada kita tentang tanda-tanda, dahsyat, dan keadaan kiamat itu. Namun, Allah tidak memberi tahu kepada kita kapan pastinya kiamat itu seperti pada surat Al A&#8217;raaf (7:187): Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=subhi3.wordpress.com&amp;blog=5158125&amp;post=58&amp;subd=subhi3&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">Kiamat, adalah sebuah keniscayaan, baik dalah ranah agama maupun sains. Dalam Islam setiap muslim wajib beriman kepada kiamat. Al Quran dan hadits memberikan panduan kepada kita tentang tanda-tanda, dahsyat, dan keadaan kiamat itu. Namun, Allah tidak memberi tahu kepada kita kapan pastinya kiamat itu seperti pada surat Al A&#8217;raaf (7:187): </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang Kiamat, &#8220;Kapan terjadinya?&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">Katakanlah, &#8220;Sesungguhnya pengetahuan tentang Kiamat itu ada pada Tuhanku; tidak ada (seorang pun) yang dapat menjelaskannya waktu terjadinya selain Dia. (Kiamat itu) sangat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi, tidak akan datang kepadamu kecuali secara tiba-tiba.&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) seakan-akan kamu mengetahuinya. Katakanlah (Muhammad), &#8220;Sesungguhnya pengetahuan tentang (hari Kiamat) itu pada Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.&#8221;</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">Keniscayaan terjadinya kiamat juga diamini oleh Fisika. Model Alam Semesta menyaratkan adanya terjadi kiamat (kehancuran), hanya saja dalam Fisika setidak-tidaknya ada tiga jenis kiamat: kiamat di Bumi, kiamat di Tata Surya, dan kiamat di Alam Semesta. Pada tulisan pertama ini akan dibahas tentang kiamat di Bumi.</span></p>
<h1 style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">Kiamat di Bumi</span></h1>
<h2 style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">Fisik Bumi</span></h2>
<p style="text-align:justify;"><!--[if gte vml 1]&gt;                     &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><!--[endif]--></p>
<h2 style="text-align:justify;"><span lang="EN-US"><a href="http://subhi3.files.wordpress.com/2008/11/masa.jpg"><br />
</a></span></h2>
<h2 style="text-align:justify;"><span lang="EN-US"><a href="http://subhi3.files.wordpress.com/2008/11/kiu.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-65" title="kiu" src="http://subhi3.files.wordpress.com/2008/11/kiu.jpg?w=138&#038;h=121" alt="kiu" width="138" height="121" /></a></span></h2>
<p style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">Bumi samp</span><span lang="EN-US">ai sekarang ad</span><span lang="EN-US">alah </span><span lang="EN-US">satu-satunya planet yang dihuni oleh makhluk hidup dari level rendah (seperti amuba)s</span><span lang="EN-US">ampai tinggi (seperti manusia). Dari luar angkasa Bumi terlihat biru (disebut juga planet Biru), tenang dan dam</span><span lang="EN-US">ai — walaupun polusi sudah sangat parah terjadi di Bumi. Tidak seoran</span><span lang="EN-US">g astronotpun yang pergi ke angkasa</span><span lang="EN-US"> tidak rindu untuk balik ke Bumi.</span></p>
<p><span id="more-58"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">Berdasarkan model yang ada, Bumi kita sudah berumur sekitar 4,54 biliun tahun (1 biliun adalah 10<sup>9</sup>). Radiusnya ~6&#215;10<sup>6</sup> meter dengan massa ~6&#215;10<sup>24</sup> kg yang memberi Bumi potensial gravitasi yang kuat untuk tetap berjalan diorbitn</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">ya mengelilingi Matahari dan pada waktu bersamaan memegang Bulan untuk mengorbit mengelilinginya.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">Ada</span><span lang="EN-US"> air yang menutupi ~70% permukaan Bumi yan</span><span lang="EN-US">g menjadikan Bumi satu-satunya planet yang memungkinkan untuk ditingg</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">ali. Bumi juga memiliki atmosphere yang berlapis-lapis dan sebagian besar dari nitrogen dan oksi</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">gen dengan komposisi yang sangat mengagumkan — jika komposisi penyusun atmosfir tidak seperti yang kita punya sekarang, atmosfir bisa meracuni paru-paru kita. Atmosfir selain untuk cadangan udara bernapas, juga untuk melindungi Bumi dari hempasan batu-batu meteor. Bumi juga mengeluarkan medan magnet yang juga menjadi tameng dari efek-efek radiasi yang berasal dari luar </span><span lang="EN-US">angkasa.</span></p>
<h2 style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">Lapisan Bumi</span></h2>
<h2 style="text-align:justify;"><span lang="EN-US"><img class="aligncenter" title="bumi" src="http://mediatheek.thinkquest.nl/%7Ell125/images/struct.jpg" alt="" width="402" height="390" /></span></h2>
<p style="text-align:center;"><span lang="EN-US"><a href="http://mediatheek.thinkquest.nl/%7Ell125/images/struct.jpg"><span style="color:blue;text-decoration:none;"><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--></span></a></span><span style="font-size:10pt;" lang="EN-US"> Gambar. ilustrasi lapisan Bumi</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">Bumi terdiri dari lapisan-lapisan bebatuan. Secara umum lapisan Bumi bisa dikategorikan dalam tiga bagian: </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">inti (<em>core</em>), mantel (<em>mantle</em>), dan kerak(<em>crust</em>). </span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">Inti Bumi terbentuk saat Bumi terbentuk pertama kali. Dengan ketebalan ~3500 km, ~30% massa Bumi terdapat pada inti ini. Komposisi inti didominasi oleh zat besi (Fe): inti bagian dalam (<em>inner core</em>) adalah besi padat, sedangkan inti luar (<em>outer core</em>) adalah besi cair. Inti luar ini mengontrol Magnet Bumi.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">Bagian berikutnya adalah mantel yang berupa batu-batu keras dari silikat (senyawa silikon dan oksigen). Ketebalannya 12.900 Km, sangat tebal. Mantel bagian luar (<em>upper mantle</em>, disebut juga <em>asthenosphere</em>) berupa batu-batu cair (disebut magma) yang sangat panas dan mengalir — panas Bumi berasal dari bagian ini. Pergerakkan magma ini kemudian sanggup menggerakkan bagian <em>lithospere</em> (kulit Bumi). Inilah cikal bakal gempa.</span></p>
<h2 style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">Lempeng Bumi</span></h2>
<h2 style="text-align:justify;"><span lang="EN-US"><a href="http://subhi3.files.wordpress.com/2008/11/lempeng.jpg"><br />
</a></span></h2>
<p style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">Lapisan terluar adalah kulit bumi tempat kita &#8220;menempel&#8221; berupa lempengan-lempangan (<em>plates</em>). Lempengan kulit ini pada dasarnya &#8220;mengapung&#8221; di atas magma — gunung-gunung yang berada di kulit Bumi berfungsi seperti paku untuk menancapkan lempengan tersebut untuk tidak bergerak terlalu drastis.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">Lempeng Bumi memberikan wajah Bumi seperti yang kita miliki sekarang. Tapi karena lempeng Bumi terus bergerak — karena pergerakan magma — wajah Bumi pun terus-menerus berubah, memang tidak dalam waktu yang sebentar. Dulunya Bumi hanya punya satu benua besar, sebelum akhirnya terurai menjadi lima benua seperti yang kita miliki sekarang. Dan mungkin, dalam ratusan tahun ke depan ada pulau yang hilang atau muncul, atau malah mungkin ada benua yang berubah.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><!--[if gte vml 1]&gt;   &lt;![endif]--><!--[if !vml]--></p>
<h2 style="text-align:justify;"><span lang="EN-US"><a href="http://subhi3.files.wordpress.com/2008/11/lempeng1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-62" title="lempeng1" src="http://subhi3.files.wordpress.com/2008/11/lempeng1.jpg?w=220&#038;h=162" alt="lempeng1" width="220" height="162" /></a></span></h2>
<p style="text-align:justify;"><!--[endif]--><span lang="EN-US">Lempengan ini tidak satu utuh seperti kulit bola, tapi terpecah-pecah seperti kulit jeruk yang sudah dikupas dan ditempelkan lagi satu sama lain. Pecahan-pecahan lempengan disebut tektonik. Sambungan lempengan-lempangan membentuk semacam garis di permukaan Bumi, antara lain lempengan Afrika, Antartika, Australia, Eurasia, Amerika Utara, Amerika Selatan, dan lempengan Pasifik.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">Sambungan lempengan tersebut ada yang membentuk garis (lihat gambar), di mana pada daerah ini sangat rawan gempa — 90% gempa di Bumi terjadi berasal dari pertemuan lempeng di garis ini. Garis ini disebut juga &#8220;cincin api&#8221; (<em>ring of fire</em>), dan Indonesia dilewati oleh garis-cincin ini!</span></p>
<h2 style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">Gempa Bumi</span></h2>
<p style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">Lempengan tektonik tertahan sedemikian rupa sehingga sanggup melawan pergerakan magma di bawahnya. Namun sangat memungkinkan jika kemudian lempengan tersebut bergerak relatif terhadap lempengan yang lain, sehingga dua lempeng bisa saling mendekat (sampai berbenturan), menjauh, atau bergesekan dengan arah paralel. Ini semua menimpulkan getaran keras yang merambat sampai ke permukaan tanah yang kemudian disebut gempa.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">Gempa mungkin diikuti oleh empat hal: terbuatnya lembah atau gunung baru, meletusnya gunung, keluarnya magma dari perut Bumi (magma yang sudah keluar dari perut Bumi disebut lava), dan terakhir jika terjadi di dasar laut mengakibatkan tsunami.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">Pergerakan magma yang terus menerus membuat kulit Bumi selalu dalam proses evolusi. Konsekuensinya potensi gempa selalu tinggi untuk terjadi. Gempa sudah terjadi semenjak Bumi terbentuk dan akan terus terjadi. Gempa-gempa kecil selalu terjadi di sepanjang cincin-api, gempa besar memang jarang tapi terjadi secara berulang (berperiodik).</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">Kerusakan gempa pada sebuah kota tidak hanya bergantung pada kekuatan gempa (biasanya diukur oleh satuan Skala Richter, SR), tapi juga seberapa jauh kota tersebut dari pusat gempa (episentrum) dan bagaimana tanah itu bergetar. Karena alasan itu gempa di Jogja pada Mei 2006 yang &#8220;hanya&#8221; berskala ~5.5 SR relatif lebih menghancurkan daripada gempa di Bengkulu September 2007 kemarin.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">Bahaya sekunder gempa (seperti gunung meletus dan tsunami) juga tidak kalah berbahayanya. Masih jelas ingatan kita kedahsyatan tsunami di Aceh akhir tahun 2005 dan kemudian di Pangadaran di awal tahun 2006. Atau bagaimana dahsyatnya (walau kita hanya mendapatkan ceritanya saja) letusan gunung Krakatau pada tahun 1889, menyemburkan batu-batu besar baik berupa cair (lava) dan padat. Di kampung ayah saya, Pasir laweh (Batu Sangkar, Sumatera Barat), masih bisa disaksikan bongkahan-bongkahan batu sebesar rumah tipe 45 bertingkat dua yang berasal dari letusan gunung Merapi pada tahun 1975.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">Gempa dan bahaya sekunder gempa lainnya sangat berpotensi menghabiskan umat manusia dan segala peradabannya. Kita tahu tapi sampai sekarang kita tidak mampu berbuat apa-apa. Kalau sekarang kita sudah sanggup dengan baik memprediksi iklim dan cuaca (termasuk memperkirakan kedatangan angin topan) dan juga sudah punya cara meminimalisir kerugian badai, tapi tidak ada yang bisa kita lakukan terhadap gempa. Ilmu dan teknologi kita belum sanggup untuk memprediksi gempa, apa lagi mengatasi gempa. Jika gempa terjadi, hanya diam yang bisa kita lakukan. Jelas sekali ketidakberdayaan manusia di sini.</span></p>
<h2 style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">Apa Kata Al Quran</span></h2>
<h3 style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">Sura Az-Zilzal (99)</span></h3>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">1. Apabila Bumi diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat. 2. Dan Bumi telah mengeluarkan beban-beban berat yang dikandungnya. </span></p>
<h3 style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">Surat</span><span lang="EN-US"> Al-Qariah (101)</span></h3>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US">1. Hari kiamat, 2. Apakah hari kiamat itu? 3. Dan tahukah kamu apa hari kiamat itu? 4. Pada hari itu manusia seperti laron yang beterbangan, 5. Dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan.</span></p>
<br />Posted in story about physic  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/subhi3.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/subhi3.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/subhi3.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/subhi3.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/subhi3.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/subhi3.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/subhi3.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/subhi3.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/subhi3.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/subhi3.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/subhi3.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/subhi3.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/subhi3.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/subhi3.wordpress.com/58/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=subhi3.wordpress.com&amp;blog=5158125&amp;post=58&amp;subd=subhi3&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://subhi3.wordpress.com/2008/11/29/skenario-kiamat-dalam-fisika-kiamat-di-bumi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a28151f515d8b96680f53a3906d89276?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">subhi3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://subhi3.files.wordpress.com/2008/11/kiu.jpg?w=99" medium="image">
			<media:title type="html">kiu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mediatheek.thinkquest.nl/%7Ell125/images/struct.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bumi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://subhi3.files.wordpress.com/2008/11/lempeng1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">lempeng1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>me and friends</title>
		<link>http://subhi3.wordpress.com/2008/11/29/me-and-friends/</link>
		<comments>http://subhi3.wordpress.com/2008/11/29/me-and-friends/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Nov 2008 05:33:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>subhi3</dc:creator>
				<category><![CDATA[best]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://subhi3.wordpress.com/?p=34</guid>
		<description><![CDATA[FORGIVE and FORGET : Kisah tentang 2 orang sahabat ini sebuah kisah tentang dua orang sahabat karib yang sedang berjalan melintasi gurun pasir. Ditengah perjalanan, mereka bertengkar, dan salah seorang menampar temannya. Orang yang kena tampar, merasa sakit hati, tapi tanpa berkata-kata, dia menulis diatas pasir : “HARI INI SAHABAT TERBAIKKU MENAMPAR PIPIKU” Mereka terus [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=subhi3.wordpress.com&amp;blog=5158125&amp;post=34&amp;subd=subhi3&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong><a href="http://subhi3.files.wordpress.com/2008/11/photofunia_4228771.jpg">FORGIVE and FORGET : Kisah tentang 2 orang sahabat</a></strong></p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;"><a href="http://subhi3.files.wordpress.com/2008/11/photofunia_4228771.jpg"> <img class="aligncenter size-medium wp-image-33" title="subhi3" src="http://subhi3.files.wordpress.com/2008/11/photofunia_4228771.jpg?w=300&#038;h=253" alt="subhi3" width="300" height="253" /></a><br />
ini sebuah kisah tentang dua orang sahabat karib yang sedang berjalan melintasi gurun pasir.<br />
Ditengah perjalanan, mereka bertengkar, dan salah seorang menampar temannya.
</p>
<p style="text-align:center;">Orang yang kena tampar, merasa sakit hati, tapi tanpa berkata-kata, dia menulis diatas pasir :</p>
<p style="text-align:center;">“HARI INI SAHABAT TERBAIKKU MENAMPAR PIPIKU”</p>
<p><span id="more-34"></span></p>
<p style="text-align:center;">Mereka terus berjalan, sampai menemukan sebuah oasis, dimana mereka memutuskan untuk mandi.</p>
<p style="text-align:center;">Orang yang pipinya kena tampar dan terluka hatinya, mencoba berenang namun nyaris tenggelam, dan berhasil diselamatkan sahabatnya. Ketika dia mulai siuman dan rasa takutnya hilang dia menulis disebuah batu :</p>
<p style="text-align:center;">“HARI INI SAHABAT TERBAIKKU MENYELAMATKAN NYAWAKU”</p>
<p style="text-align:center;">Orang yang menolong dan menampar sahabatnya, bertanya : “kenapa setelah saya melukai hatimu, kamu menulisnya diatas pasir, dan sekarang kamu menulis diatas batu ?”</p>
<p style="text-align:center;">Temannya sambil tersenyum menjawab :<br />
“ketika seorang sahabat melukai kita, kita harus menulisnya diatas pasir agar angin maaf datang berhembus dan menghapus tulisan itu. Dan bila sesuatu yang luar biasa terjadi, kita harus memahatnya diatas batu hati kita, agar tidak bisa hilang tertiup angin.”
</p>
<p style="text-align:center;">Dalam hidup ini sering timbul beda pendapat dan konflik karena sudut pandang yang berbeda. Oleh karenanya cobalah untuk saling memaafkan dan lupakan masalah lalu. Belajarlah menulis diatas pasir.</p>
<p style="text-align:center;">Since we all need forgiveness, we should always be forgiving.</p>
<p style="text-align:center;">***<br />
Sudahkah anda memaafkan kerabat dekat anda yang pernah menyakiti anda ?</p>
<br />Posted in best  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/subhi3.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/subhi3.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/subhi3.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/subhi3.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/subhi3.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/subhi3.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/subhi3.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/subhi3.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/subhi3.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/subhi3.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/subhi3.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/subhi3.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/subhi3.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/subhi3.wordpress.com/34/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=subhi3.wordpress.com&amp;blog=5158125&amp;post=34&amp;subd=subhi3&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://subhi3.wordpress.com/2008/11/29/me-and-friends/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a28151f515d8b96680f53a3906d89276?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">subhi3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://subhi3.files.wordpress.com/2008/11/photofunia_4228771.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">subhi3</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mungkinkah &#8220;Rumus Einstein&#8221; itu dari Melayu?</title>
		<link>http://subhi3.wordpress.com/2008/11/27/mungkinkah-rumus-einstein-itu-dari-melayu/</link>
		<comments>http://subhi3.wordpress.com/2008/11/27/mungkinkah-rumus-einstein-itu-dari-melayu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Nov 2008 04:55:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>subhi3</dc:creator>
				<category><![CDATA[story about physic]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://subhi3.wordpress.com/?p=27</guid>
		<description><![CDATA[Dulu saya pernah bertanya pada teman saya yang dari jurusan fisika. Kenapa rumus Einstein yang terkenal itu adalah *E = mc^2*? Kenapa rumusnya bukan *E = ma^2* atau *E = mb^2* atau yang lainnya?Mendapat pertanyaan itu, sepertinya teman saya itu menganggap pertanyaan saya tidaklah serius. Dia cuma ketawa saja. Terus, malahan dia balik bertanya ke [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=subhi3.wordpress.com&amp;blog=5158125&amp;post=27&amp;subd=subhi3&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><!--[if !mso]&gt;--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dulu saya pernah bertanya pada teman saya yang dari jurusan fisika. Kenapa rumus Einstein yang terkenal itu adalah *E = mc^2*? Kenapa rumusnya bukan *E = ma^2* atau *E = mb^2* atau yang lainnya?Mendapat pertanyaan itu, sepertinya teman saya itu menganggap pertanyaan saya tidaklah serius. Dia cuma ketawa saja. Terus, malahan dia balik bertanya ke saya. “Kenapa nama dai sejuta umat itu adalah Zainuddin MZ? Kenapa bukan Zainuddin MA, Zainuddin  MB, atau yang lainnya?” begitu katanya. Saya pun jadi tertawa dibuatnya. Hahaha…. “Oh, iya. Saya tahu alasanya!” begitu kata teman saya itu. “Serius nih?” tanya saya. “Iya serius!” begitu katanya, dengan muka serius.<span id="more-27"></span> “Iya, dulu sewaktuEinstein menemukan hubungan antara energi, massa dan kecepatan cahaya di ruang hampa sebetulnya dia itu kebingungan untuk menuliskan hubungan itu. Untuk energi, Einstein sudah tahu dan akan memakai huruf E, begitu pula untuk massa, dia memakai huruf m.Tapi, untuk kecepatan cahaya dia bingung memilih huruf yang akan dipakainya. Dia berpikir berulang kali memilih 24 huruf sisa yang ada dalam abjad,” begitu katanya, dia terdiam beberapa saat sambil menarik nafas. “Terus?” tanya saya. (Saya pikir teman saya itu sedang ngebohongi saya. Tapi, saya harus menghargai usahanya untuk memberi tahu saya. Menghargai orang ngomong itu kan penting, iya kan? ) “Nah, ketika dia memilih huruf *a* sebagai kecepatan cahaya, sudah keduluan, karena a itu untuk lambang percepatan. Ketika dia akan memilih huruf *b* dia pun bingung dan berpikir bahwa huruf *b* itu tidak cocok,” lanjut teman saya itu bercerita. “Tapi kan, bukankah kecepatan itu lambangnya *v*? Kenapa tidak pakai itu saja?” tanya saya dengan rasa ingin tahu yang tinggi. “Betul, kecepatan itu lambangnya *v*. Tapi, karena kecepatan cahaya itu istimewa, merupakan kecepatan yang tercepat yang pernah ada dan diketahui manusia, kecepatannya yaitu 3 x 10^8 m/s, maka Einstein berfikir untuk membedakannya dengan lambang *v*,” jelas teman saya itu. “Oooo begitu…,” kata saya. Selanjutnya, teman saya itu bercerita panjang lebar tentang fisika modern yang menceritakan rumus Einstein tersebut. Saya tak sabar dibuatnya. Kemudian saya berkata dengan asal-asalan ke teman saya itu. Begini kata saya itu. “Ah, mungkin karena Einstein pernah bertemu orang Melayu, dan orang Melayu itu memberi tahu Einstein bahwa *light* itu bahasa Melayu-nya adalah ‘**cahaya**‘. Makanya dia melambangkan kecepatan cahaya itu dengan huruf *c*, yaitu huruf pertama dari kata **cahaya**.“ “Hahahahaha….” tawa teman saya itu. Kemudian diskusi pun berakhir, karena saya meninggalkannya yang masih tertawa. Saya meninggalkannya karena tak tahan lagi mendengar ocehannya yang kesana-kemari, tak jelas juntrungannya, dan tak segera menjawab pertanyaan saya tadi. Apakah karena teman saya itu tidak tahu, tapi tak berani mengakui ketidaktahuannya sehingga tak menjawab pertanyaan saya? Entahlah. Tampak dia hanya tertawa geli melihat saya pergi.</p>
<br />Posted in story about physic  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/subhi3.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/subhi3.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/subhi3.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/subhi3.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/subhi3.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/subhi3.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/subhi3.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/subhi3.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/subhi3.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/subhi3.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/subhi3.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/subhi3.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/subhi3.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/subhi3.wordpress.com/27/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=subhi3.wordpress.com&amp;blog=5158125&amp;post=27&amp;subd=subhi3&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://subhi3.wordpress.com/2008/11/27/mungkinkah-rumus-einstein-itu-dari-melayu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a28151f515d8b96680f53a3906d89276?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">subhi3</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>balieve yourself, you can do it</title>
		<link>http://subhi3.wordpress.com/2008/10/13/balieve-yourself-you-can-do-it/</link>
		<comments>http://subhi3.wordpress.com/2008/10/13/balieve-yourself-you-can-do-it/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Oct 2008 07:48:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>subhi3</dc:creator>
				<category><![CDATA[best]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://subhi3.wordpress.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Believe Yourself Masih ingat cerita tentang seorang ayah dan anaknya yang berkelana bersama seekor keledai? Kurang lebih begini ceritanya &#8230; Mereka, anak, ayah dan keledai, berjalan bersama melewati sebuah perkampungan. Orang-orang yang melihat pemandangan tersebut memaki, &#8220;Dasar manusia bodoh, masa punya keledai tidak dimanfaatkan untuk ditunggangi.&#8221; Mendengar cacian itu sang ayah kemudian mengambil inisiatif untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=subhi3.wordpress.com&amp;blog=5158125&amp;post=9&amp;subd=subhi3&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3 class="post-title entry-title"><a href="http://chandra.csui05.org/2007/10/believe-yourself.html">Believe Yourself</a></h3>
<p><span style="font-family:verdana;font-size:85%;">Masih ingat cerita tentang seorang ayah dan anaknya yang berkelana bersama seekor keledai? Kurang lebih begini ceritanya &#8230;</span></p>
<p><span style="font-family:verdana;font-size:85%;">Mereka, anak, ayah dan keledai, berjalan bersama melewati sebuah perkampungan. Orang-orang yang melihat pemandangan tersebut memaki, &#8220;Dasar manusia bodoh, masa punya keledai tidak dimanfaatkan untuk ditunggangi.&#8221;</span><br />
<span id="more-9"></span><br />
<span style="font-family:verdana;font-size:85%;">Mendengar cacian itu sang ayah kemudian mengambil inisiatif untuk merubah posisi. </span><span style="font-family:verdana;font-size:85%;">Sang Anak naik diatas kedelai yang dituntun sang Ayah. </span><span style="font-family:verdana;font-size:85%;">Ketika sampai di perkampungan baru, orang-orang disana memaki, </span><span style="font-family:verdana;font-size:85%;">&#8220;Dasar anak tidak tahu sopan santun. Masa orang tua disuruh jalan.&#8221;</span></p>
<p><span style="font-family:verdana;font-size:85%;">Mendengar cacian itu sang ayah kembali mengambil inisiatif untuk merubah posisi. Kini sang Ayah berada diatas keledai dan sang Anak menuntunnya. Ketika sampai di perkampungan baru orang-orang disana memaki, &#8220;Dasar ayah tidak sayang anak. Masa anak sendiri disuruh jalan sedangkan dia asik-asikan naik keledai.&#8221;</span></p>
<p><span style="font-family:verdana;font-size:85%;">Mendengar cacian itu sang ayah lagi-lagi mengambil inisiatif untuk merubah posisi. Kini mereka berdua berada diatas keledai. Ketika sampai di perkampungan baru orang-orang disana memaki, &#8220;Dasar ayah dan anak tidak mempunyai &#8216;perikehewanan&#8217;. Masa keledai itu disuruh mengangkut mereka berdua.&#8221;</span></p>
<p>Pelajaran:</p>
<p>Anda pasti tahu pelajaran dari cerita diatas. Kita tidak akan benar dimata orang lain. Sang Ayah sudah mengambil semua kombinasi yang mungkin namun tetap saja selalu ada kelemahan dimata orang lain. Demikian juga dengan kita. Jika kita punya berbagai pilihan dalam hidup maka ikutilah kata hati. Pilihlah dengan matang. Minta pendapat kepada orang yang tepat. Beristikharahlah kepada Allah.</p>
<p>Jika kita sudah memiliki pilihan dalam hidup, termasuk impian dan kendaraan kita untuk mencapainya, maka istiqmahlah. Positive Thinking. Percaya pada diri sendiri, percaya pada orang-orang yang positif, percaya pada Allah, dan percaya kita akan berhasil. Persetan dengan orang lain. Mereka hanya bisa memberikan sampah kedalam pikiran kita yang membuat kita lemah. Mereka tidak akan peduli ketika kita jatuh. Apapun yang mereka pikirkan tentang kita itu adalah masalah mereka. Yang terpenting kita telah membuat pilihan dan rencana yang terbaik. Yang menjadi masalah bagi kita adalah apa yang kita pikirkan tentang diri kita sendiri. Bisakah kita percaya pada diri sendiri. Keberhasilan akan seiring dengan keyakinan akan impian, kedewasaan sikap, keprofesionalitasan dalam bekerja, dan kemampuan untuk memandang positif berbagai <span style="font-family:verdana;font-size:85%;">proses dan kondisi </span><span style="font-family:verdana;font-size:85%;">yang ada. Semoga Allah menguatkan hati dan pikiran kita, meridhai langkah-langkah kita, dan memberikan kita hasil yang terbaik di dunia dan di akhirat.<span style="font-style:italic;"> Believe Yourself.</span></span></p>
<p><span style="font-weight:bold;font-style:italic;">&#8220;What do you think about me is your problem. My problem is what I think about my self.&#8221;</span></p>
<br />Posted in best  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/subhi3.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/subhi3.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/subhi3.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/subhi3.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/subhi3.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/subhi3.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/subhi3.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/subhi3.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/subhi3.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/subhi3.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/subhi3.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/subhi3.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/subhi3.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/subhi3.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=subhi3.wordpress.com&amp;blog=5158125&amp;post=9&amp;subd=subhi3&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://subhi3.wordpress.com/2008/10/13/balieve-yourself-you-can-do-it/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a28151f515d8b96680f53a3906d89276?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">subhi3</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>fisika modern in moeslem</title>
		<link>http://subhi3.wordpress.com/2008/10/13/hello-world/</link>
		<comments>http://subhi3.wordpress.com/2008/10/13/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Oct 2008 07:12:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>subhi3</dc:creator>
				<category><![CDATA[story about physic]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Di bulan Ramadhan ini, kami mendengarkan sebuah ceramah agama yang demikian menarik di masjid dekat rumah. Topiknya adalah tentang Eksistensi Tuhan dari sudut pandang Al Qur’an. Sepulangnya dari ceramah ini, kami jadi berpikir, iya ya, kita ini mengakui keberadaan Tuhan sebagai hal yang dogmatis atau sudah benar dari dulunya. Tetapi apakah kita pernah mencari penjelasan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=subhi3.wordpress.com&amp;blog=5158125&amp;post=1&amp;subd=subhi3&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di bulan Ramadhan ini, kami mendengarkan sebuah ceramah agama yang demikian menarik di masjid dekat rumah. Topiknya adalah tentang Eksistensi Tuhan dari sudut pandang Al Qur’an.</p>
<p>Sepulangnya dari ceramah ini, kami jadi berpikir, iya ya, kita ini mengakui keberadaan Tuhan sebagai hal yang dogmatis atau sudah benar dari dulunya. Tetapi apakah kita pernah mencari penjelasan ilmiah yang masuk akal yang bisa diterima secara universal ? Hal ini belum pernah kami pikirkan dengan sungguh-sungguh sebelum ini.<br />
<span id="more-1"></span><br />
Setidaknya inilah yang bisa kami sarikan:</p>
<p>1. <strong>Massa</strong></p>
<p>Jika dibayangkan antara bumi dan matahari, kekuatan gravitasi yang berbanding lurus dengan massa keduanya berubah satu ukuran saja, dan kemudian bumi terpental dari garis edarnya atau sebaliknya jatuh ke arah matahari. Apakah akan pernah ada kehidupan di muka bumi ? Bayangkan membuat kehidupan di bumi seperti membuat arloji, bayangkan jika satu roda gigi kecil yang akan kita pasang hilang ? Apakah akan tercipta arloji yang putarannya menunjukkan waktu yang benar ? Satu saja, ukuran dari gravitasi berubah, apakah itu jarak bumi dan matahari, ataukah massa bumi, massa matahari, atau kecepatan revolusi bumi terhadap matahari sedikit saja berubah, apakah bumi masih ada di tempatnya sekarang ? Dan akankah ada kehidupan tercipta di muka bumi ?</p>
<p>Adanya kehidupan di muka bumi adalah bukti keberadaan Tuhan, Mengapa ? Karena kehidupan tercipta atau ada HANYA jika unsur-unsur pembentuknya ada dan pada UKURAN yang tepat. Meleset sedikit saja, tidak akan pernah ada kehidupan di muka bumi.</p>
<p>2.<strong> E=mc2</strong></p>
<p>Energi dan materi adalah hal yang sama. Keduanya seperti dua sisi dari satu mata uang yang sama. Jika kita melihat dari sisi fisika (dimensi ruang waktu), energi adalah materi. Dan jika melihat dari sisi non fisika -coba pejamkan mata-, materi yang sama, pada hakikatnya adalah energi.</p>
<p>Coba bayangkan jika tidak ada ruang dan waktu, apakah energi akan berubah menjadi materi ? Kami meyakini energi akan tetap berupa energi. Tidak pernah akan ada atom, tidak akan ada unsur dan molekul, tidak akan ada tubuh kita.</p>
<p>Materi adalah wujud energi yang “terjebak” dalam ruang dan waktu. Materi adalah “paket” energi yang “termampatkan” dalam ruang dan waktu. Sejumlah materi yang kecil, sebenarnya merupakan sejumlah energi yang besar sekali. Dengan satu kilogram materi saja, kira-kira sama dengan energi yang dihasilkan 10 juta gallon bensin yang dibakar.</p>
<p>Bagaimana tepatnya energi bermutasi menjadi materi, masih dicari jawabannya oleh fisikawan (Baca juga : LHC project).</p>
<p>Berubahnya energi menjadi materi adalah bukti keberadaan Tuhan. Mengapa ? Karena jika energi “dilepaskan” sedikit saja dari penjara ruang-waktu maka yang terjadi adalah kekacauan seperti yang terjadi di permukaan matahari/bintang. Tidak akan ada kehidupan di muka bumi.</p>
<p>3. <strong>Waktu</strong></p>
<p>Jika dari rumah kita berjalan ke utara dalam sepuluh menit, lalu kita berjalan kembali ke arah selatan juga selama sepuluh menit (anggaplah kecepatan kita berjalan sama persis), apakah kita akan kembali ke rumah ataukah tidak ? Jawabannya bisa ya, bisa tidak. Jika kita melihat ke sekitar kita, jawabannya Ya, karena kita melihat rumah kita. Tetapi bagaimana jika kita diberitahu bahwa saat kita pergi, bumi telah berotasi dan berevolusi mengelilingi matahari ?</p>
<p>Jadi ruang mutlak itu tidak ada. Ruang itu relatif tergantung sudut pandang penilainya.</p>
<p>Tetapi relatifitas tidak berlaku untuk arah waktu. Waktu selalu ke masa depan. Tidak pernah relatif. Sama halnya semua berubah, bubur tidak akan berubah lagi menjadi nasi. Arah waktu itu satu. Arah waktu yang satu adalah seperti anak panah yang dilepas dari busurnya. Tidak pernah akan kembali.</p>
<p>Bayangkan jika arah waktu bisa relatif/berubah-ubah, maka akan terjadi kekacauan. Seorang nenek bisa kembali ke masa lalu untuk menjadi muda dan memilih tidak menikah (sehingga tidak menjadi nenek dari seorang cucu). Seorang korban pembunuhan bisa kembali ke masa lalu untuk membunuh pembunuhnya…</p>
<p>Arah waktu yang satu adalah bukti keberadaan Tuhan. Waktu seperti dipaksa (atau sukarela) untuk berjalan ke satu arah. Waktu tunduk atau patuh pada sesuatu yang lebih berkuasa atas dirinya.</p>
<br />Posted in story about physic  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/subhi3.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/subhi3.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/subhi3.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/subhi3.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/subhi3.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/subhi3.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/subhi3.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/subhi3.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/subhi3.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/subhi3.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/subhi3.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/subhi3.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/subhi3.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/subhi3.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=subhi3.wordpress.com&amp;blog=5158125&amp;post=1&amp;subd=subhi3&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://subhi3.wordpress.com/2008/10/13/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a28151f515d8b96680f53a3906d89276?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">subhi3</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
